Pages

Tuesday, June 3, 2014

dipilih dipilih dipilih

curhat dikit :

Sebelumnya gue mau mengucapkan selamat buat temen temen gue yang sudah di karuniai anak dan sedang menikmati peran sebagai orang tua.
Gue juga mau mengucapkan selamat buat temen temen gue. Adek2 gue. Yang baru saja menempuh hidup baru. Semoga jadi keluarga yabg sakinah mawaddah warohmah.
Dan selamat buat kalian yang baru aja jadian.
Kebahagiaan itu menular. Gue ikut bahagia banget kalo ngeliat temen2 gue yang udah sukses bekeluarga. Sumpah gue bahagia bgt.
Tapi gue sedih...
Sedih gue dobel bahkan triple
Pertama gue sedih karna gue belum bs seperti mereka.
Kedua gue sedih karena mereka kadang lupa atau mungkin ga tau, jadi single diusia yg seharusnya ga single itu sulit. Asli sulit. Klo waktu kuliah, single sih ga ngaruh. Kecuali yaa status gue punya pasangan trus belum nikah2, gapapa deh disindir abis2an, walau pun menurut gue itu jg ga pantes. Jadi temen2 gue kurang empati atau minimal simpati.
Ketiga gue sedih, karna kekurang-empatian mereka kadang membuat sikap mereka bikin gue minder dan sedih. Misalnya mereka suka ngeluarin jokes, ngeshare gambar yang intinya nunjukin kalau nikah itu enaklah. Yg ga nikah nyesel lah. Atau apalahh. Yg pasti bikin gue sedih. Mungkin mereka ga ada maksud begitu (lupa atau ga tau) mungkin mereka menyindir teman mereka yang belum siap atau mapan menikah. Mungkin ga ada yang secara personal ngecengin gue. Tapi berhubung pas banget gue baca itu. Rasanya (@##$$&&***6*%$"!!!!xxxxx√||°°
Dengab kata lain ... sedih.
Posisi gue ibarat ... serba salah tempat. Dont belong anywhere. Rata rata mereka ngeshare rumah tangga baru mereka. Bahkan ada lhohh yang penganten baru, nonton film di leptop di atas kasur aja di share, damn gue jadi sensitif gini yaa. Nuhuunnn bgt. Itu ga salaahh.... mereka yang upload atau ngeshare kebahagiaan mereka itu ga salah. Gue yang salah tempat. Gue ga seharusnya satu line sama mereka. Ini mengganggu banget.



Trus gue harus gimana? Deactive akun sosial network gue? Mulai pilih pilih temen? Ga mungkin jugaaa. The best all i can do is survive ... ya sabar ... ngetawain diri sendiri aja lah... trus doa, berharap kondisi ini berakhir.

tapi pada akhirnya gue sadar, semua orang pasti punya masalah, semua orang punya tekanan, bedanya mereka memilih dan memilah apa saja yang perlu di share ke orang. kehidupan mereka sempurna? enggak kok, gak sesempurna itu, kita juga sempurna, kita bisa sama seperti mereka. 
karena gak semua keluhan kita yang kita share atau kita bagi di sosmed bisa bener-bener menolong kita. pada akhirnya yang orang lain pedulikan adalah kita sedang bermasalah.

ada sebagian yang klo udah curhat ngerasa plong, iya sih, tapi masa iya curhat ke temen iya, ke sahabat iya, ke ortu iya, ke temen kantor iya, ke sosmed iya. gue akuin dulu gue pernah gitu, dan ngerasa the whole world must know apa yang gue rasakan. klo diinget inget sih bikin malu sendiri.

menulis, makan/jajan, jalan jalan, main game, tidur, mabok, kerja, bikin puisi, ngegambar, nyetir, banyak cara untuk nyalurin emosi negatif kita. tapi kita diberi pilihan, bagaimana menyalurkannya.
bersyukurlah buat kalian yang bisa menyalurkan atau melampiaskan emosi nya dengan baik. 

when you tell your problem, 89% people dont care...

mulutmu harimau mu 
istilah ini dipakai bukan hanya untuk orang yang suka ngomong jelek ke orang lain, 
hal yang menurut kamu baik pun jika ditujukan untuk orang yang salah, itu bisa jadi harimau, menurut gue ya.karena orang bisa menilai kita dari apa yang kita ucapkan.

“Choose your words carefully. They reveal your inner character.” 
― Jim George

PAPAN EMPAN ADEPAN
itu istilah terkenal orang jawa yang artinya ketika kita bicara kita harus melihat situasi,  apa isinya dan siapa yang dihadapi. buat orang tertentu itu susah banget di praktekan, ada juga yang mempraktekan tapi kelewat kebablasan "ga enakan"nya, banyak orang yang cenderung menghindari konflik. ada masalah tapi ga buru-buru diselesaikan. 
ada yang punya pikiran kuat, tapi hatinya ga sekuat itu. ada yang masih suka dendam dan mudah sekali tersinggung dengan ucapan dan sikap orang. 

hidup ini banyak orang egois ya?
enggak ahh
gue percaya , orang orang yang bersinggungan dengan kita adalah karna diri kita, karna diri kita adalah magnet, bagaimana kita bersikap dan berkarya itu akan menentukan seperti apa orang orang yang akan dekat dengan kita.

kalau dulu magnetnya orang jahat ya orang baik,
tapi mungkin sekarang magnetnya orang jahat ya orang bodoh.

dua baris di atas ga ada hubungannya sih sama artikel ini, terlintas aja. :))

gue akuin kadang gue suka masih "ga jelas" dalam menannggapi sikap orang.
kita susah menempatkan diri jika di hadapi pada hal hal tertentu.
biasanya setelah takdir, muncullah pilihan,
orang yang gak ngerasa punya pilihan, mungkin dia belum bisa membuka pikirannya.